Katgama Net

Website Katgama (Keluarga Alumni Teknik Gadjah Mada)
Subscribe

Lowongan Analis Saham

January 04, 2008 By: pipit Category: Lowongan Gawean

PT Reliance Securities Tbk sedang membutuhkan analis saham dengan kualifikasi sebagai berikut:

1. Tahu tentang pasar modal, diutamakan memiliki pengalaman 1-2 tahun.

2. Lebih disukai telah lulus CFA level I

Lamaran dapat dikirim melalui email ke :

josepginting@reliance-securities.com ato josep-toto@indosat.net.id

Eksploitasi Air Gua Plawan Dengan Energi Terbarukan

December 19, 2007 By: eshape Category: Kegiatan Katgama, Ke-teknologi-an, Wisata, Ngalor Ngidul, Woro-Woro

        Eksploitasi Air Gua Plawan dengan Energi Terbarukan adalah Sebuah Upaya Penanggulangan Bencana Kekeringan di Desa Giricahyo Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyak faktor.

    “Musim kemarau berkepanjangan yang melanda kawasan Gunungkidul belakangan ini, menyebabkan 37.825 Kepala Keluarga atau 131 ribu jiwa yang tersebar di 11 kecamatan mengalami kesulitan air bersih.” (Kedaulatan Rakyat, Selasa, 13 Desember 2005)

      Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Pada kenyataannya, beberapa daerah di Indonesia masih mengalami kesulitan air, bahkan sering terjadi kekeringan, terlebih pada musim kemarau. Harus diakui, pemenuhan kebutuhan air masih merupakan masalah yang menjadi salah satu pangkal penderitaan masyarakat di daerah-daerah tersebut.

        Bencana kekeringan menjadi sesuatu yang sangat akrab dengan penduduk Gunungkidul. Pencukupan keperluan masak-minum harus dilakukan penduduk hingga mencari ke telaga yang jauhnya sekitar 5 kilometer dengan berjalan kaki. Masyarakat harus menunggu bantuan air dari pemerintah, dan sayangnya pasokan air dari pemerintah sering tidak mencukupi. Pada akhirnya kesempatan ini dimanfaatkan oleh pihak swasta untuk berbisnis air. Alhasil, air bersih seharga Rp100.000,- sampai Rp120.000,- per tangki berisi 5.000 liter air yang cukup untuk dua minggu pemakaian harus dibeli sebagian besar masyarakat Gunungkidul terutama di zone Gunungsewu.

            Sedikitnya air permukaan di Gunungkidul bukan berarti daerah tersebut tidak pernah diguyur hujan, namun keadaan geologi karst yang memungkinkannya terjadi. Batuan karst yang memiliki banyak pori dengan cepat dapat meloloskan air hujan masuk ke dalam tanah melalui proses infiltrasi dan perkolasi tanpa membiarkannya lebih lama berada di permukaan. Walaupun hanya sebagian fraksi air hujan yang masuk ke dalam tanah, akan tetapi jumlah total air dalam tanah adalah jauh lebih besar dibanding dengan total jumlah air yang mengalir dalam permukaan tanah. Air jernih sebesar 8.000-10.000 liter perdetik mengalir dalam gua-gua di Gunungkidul. Angka ini didapatkan dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 80-an. Potensi air yang luar biasa di bawah pegunungan nan tandus.

           Usaha untuk mengalirkan air di zone Gunungsewu telah dilakukan pemerintah, namun sebagian masyarakat di daerah barat zone ini masih mengalami kesulitan pengadaaan air, seperti masyarakat di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari. Desa Giricahyo memiliki beberapa gua yang berupa bentukan inlet khas geologi karst, yang didalamnya sangat dimungkinkan potensi air bawah tanah. Salah satu gua tersebut adalah Gua Plawan. Menurut survey yang sudah dilakukan pada tahun 1999 dan 2004, sumber air Gua Plawan ini tidak pernah kering meskipun terjadi musim kemarau panjang. Debit yang tersedia di dalam gua kira-kira 40 liter perdetik, dan pada musim hujan bisa mencapai 200 liter perdetik. Dengan debit ini diperkirakan 2 desa dapat terlayani (Yayasan Acintyacunyata Yogyakarta dan Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan, Direktorat Jendral Geologi dan Sumber Daya Mineral, 2004).

        Kegiatan pengangkatan air gua yang telah dan sedang dilakukan tergolong relatif mahal, karena teknologi untuk menghasilkan energi pengangkatan yang dipakai sangat tinggi. Untuk itu, kegiatan pengangkatan air gua selanjutnya harus mempertimbangkan teknologi aplikatif tepat guna yang efisien dan hemat. Energi yang dimanfaatkan untuk mengangkat air ini juga dipilih yang memenuhi spesifikasi ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi lapangan.

        Program ini dikemas sedemikian rupa sehingga bukan hanya menjadi sebuah program mercusuar yang sesaat, namun direncanakan adanya suatu proses pembelajaran bersama sebagai persiapan pascapembangunan instalasi. Dalam pelaksanaan program ini nantinya, di samping pembangunan fisik-instalasi pengangkatan air, masyarakat juga diberikan pelatihan organisasi untuk dapat mengelola sistem pengangkatan air gua ini. Organisasi masyarakat ini dilatih sehingga bisa mengoperasikan kincir, genset, pompa, dan instalasi pipa lainnya dan bisa memanajemen pendistribusian air ke masyarakat. Di samping itu akan dilakukan sosialisasi tentang upaya pelestarian hutan sekitar gua, sehingga sistem air gua yang tereksploitasi tetap lestari.

        Kegiatan Eksploitasi Air Gua Plawan dengan Energi Terbarukan ini berupa pengangkatan air gua dan pengembangan masyarakat yang dapat mengelola sistem pengangkatan air gua setelah program selesai. Kegiatan pembangunan instalasi adalah kegiatan yang akan membangun instalasi air, di mana air gua akan ditampung dalam sebuah reservoir dan didistribusikan ke hidran-hidran umum yang akan dibangun di tiap dusun sasaran. Energi pengangkatannya sendiri akan memanfaatkan energi terbarukan dengan energi dari generator set untuk sementara dan akan diggantikan oleh Solar Cell. Energi terbarukan akan memberikan kontribusi tenaga yang cukup besar bagi operasional pompa, sehingga pemakaian bahan bakar minyak untuk generator set dapat dihemat.

        Pengembangan masyarakat akan dilakukan dalam bentuk pendampingan dan penduplikasian organisasi Sistem Air Baku Gua Plawan. Sosialisasi pendahuluan kepada masyarakat tentang pengangkatan air gua adalah tindakan pertama yang dilakukan. Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan organisasi dalam masyarakat desa yang akan mengelola sistem air Gua Plawan. Organisasi masyarakat tersebut akan dilibatkan langsung dalam masa pembangunan instalasi, sehingga diharapkan masyarakat mengetahui seluk beluk sistem yang dipakai, dan mempermudah proses pelatihan manajemen operasional. Organisasi inilah yang akan bertanggung jawab dalam hal operasional dan perawatan sistem air Gua Plawan pascaprogram. Walau demikian proses pendampingan tetap harus dilakukan sampai masyarakat benar-benar siap untuk swakelola air.

        Pelaksanaannya melibatkan pihak Universitas Gadjah Mada melalui program KKN Tematik yang berkesinambungan, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan masyarakat Desa Giricahyo sendiri. Ketika air Gua Plawan sudah dapat dimanfaatkan, operasional dan perawatan diharapkan dapat dilakukan oleh organisasi masyarakat yang didukung pemerintah setempat secara aktif.

Pelaksanaan program dengan KKN tematik adalah perwujudan dari sebuah keinginan mahasiswa untuk mempersembahkan hasil karya kepada masyarakat. Program ini memerlukan waktu yang cukup banyak serta dana yang cukup besar supaya semua pipa distribusi dapat mencapai tiap dusun. Mengingat sempitnya waktu pelaksanaan KKN Tematik, maka dalam proses pelaksanaan program nanti akan diikuti dengan kegiatan KKN Tematik yang berkesinambungan. Prioritas KKN Tematik yang pertama pada Bulan Juli-Agustus 2006 berupa pembangunan instalasi dari dalam gua hingga mencapai Reservoir sementara. Prioritas adanya air yang terangkat adalah fokusnya. Air dalam gua yang terangkat dan pendistribusian ke hidran-hidran umum melalui selang adalah titik awal dari seluruh kegiatan program ini. Pada tahap kedua mahasiswa KKN tematik berhasil mengangkat air dan ditampung dalam reservoir sementara bantuan dari OXFAM melalui Satuan Kerja Pengembangan Air Minum DIY. Untuk tahap ketiga yang berlangsung pada bulan Juli-Agustus 2007 telah meneruskan dari reservoir sementara sampai ke reservoir utama dan telah terdistribusikan ke dua dusun di Desa Giricahyo.

Data awal Gua Plawan didapatkan dari Yayasan Acintyacunyata, dan data angin dari Pusat Studi Energi UGM. Data-data ini kemudian dikroscek dengan kondisi lapangan yang ada menjadi dasar perancangan perpiapaan dan elektrikal tenaga pengangkatan air.

Survey lapangan telah dilakukan pada Bulan Oktober, November 2005, hingga Bulan Januari 2006. Survey pertama adalah survey untuk mengetahui kondisi awal Gua Plawan dan Desa Giricahyo secara fisik. Survey kedua adalah survey yang lebih detail, dengan alat navigasi untuk menentukan titik-titik tertinggi dan titik-titik perletakan pipa yang paling tepat untuk keperluan perancangan begitu juga dengan survey dalam gua, dan survey yang terakhir adalah survey sosial yang bermaksud untuk mengetahui seberapa besar keinginan masyarakat atas penyediaan air.

Survey ini adalah titik awal dari persiapan KKN Tematik yang akan dilakukan. Namun survey teknis akan tetap dilaksanakan untuk penyusunan perancangan yang lebih detail. Perancangan inilah yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan program. Sosialisasi awal adalah salah satu persiapan yang akan dilakukan sebelum waktu KKN tiba, diharapkan ketika pelaksanaan konstruksi dan pelaksanaan KKN, tim sosial KKN telah berhasil membentuk cikal bakal organisasi swakelola air yang akan tergabung dalam pelaksanaan pembangunan instalasi dan kegiatan manajemen pascakonstruksi.

Evaluasi akan terus-menerus dilakukan, terutama evaluasi tentang adanya kesinambungan dengan masyarakat, apakah program ini, penempatan instalasi,kebijakan yang akan diterapkan, maupun organisasi swakelola air sesuai dengan kultur masyarakat atau tidak, dan apakah sesuai dengan teori yang berlaku atau tidak. Evaluasi dilakukan untuk menghindari friksi-friksi yang terjadi sehingga tidak akan menganggu jalannya program.

Jadi apa yang telah dilaksanakan dalam program ini adalah pengangkatan air dari dasar Gua Plawan dengan penggunakan pompa submersible. Air diangkat dengan energi generator set 40 kVa dengan pipa galvanis 3″ sampai reservoir sementara dengan 45 m3 lalu diteruskan ke reservoir utama dengan kombinasi pipa galvanis dan HDPE dan terdistribusi ke 2 dusun di Desa Giricahyo. Dana yang didapat adalah dari APBD Pemerintah Daerah Gunungkidul dengan dua kali pencairan 290 juta dan 300 juta, serta dibantu oleh Satuan Kerja Pengembagan Air Minum DIY berupa barang dan peralatan termasuk pipa distribusi dengan pipa HDPE, Hidran umum, Generator set, dll.

Sekarang dengan bantuan APBN 1,6 M dari Departeman Pekerjaan Umum telah teraplikasi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) dengan sistem baru. Menggunakan 5 pompa submersible pada dasar sungai Gua Plawan lalu air diangkat sampai di reservoir booster dan kembali diangkat sampai reservoir sementara berkapasitas 45 m3. Pendistribusian juga telah mencakup semua dusun di Desa Giricahyo dan sekarang sudah mendekati akhir pengerjaan. Sistem PATS ini beda sistem dengan genset, jadi bukan hibryd, dengan menggunakan 240 panel solar cell, yang tertata dan 10 etatrack. Sampai saat ini Hidran Umum sudah teraplikasi 11 buah sampai dusun Karang Tengah, dusun ketiga dari tujuh dusun yang akan diselesaikan. Organisasi pengelola airnya juga sudah lama terbentuk, dengan nama Organisasi Kelola Air Mandiri. Program KKN Tematik ini memperoleh penghargaan The Best Student Community Service.

TUJUAN
1.Pengangkatan air Gua Plawan ke permukaan  untuk pemenuhan kebutuhan air baku bagi masyarakat Desa Giricahyo Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunung Kidul.

2.Terbentuknya organisasi masyarakat cikal bakal swakelola air yang telah berpengalaman bersama mahasiswa KKN Tematik selama program, sehingga nantinya masyarakat dapat memenejemen sistem air Gua Plawan dengan mandiri.

3.Terjadinya multiplier effect berupa pemunculan peluang-peluang untuk pertambahan pendapatan dan usaha community development yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar Gua Plawan.

ANALISIS KOMPETISI
            Untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air, upaya pengangkatan air gua di Kabupaten Gunung Kidul telah dilakukan di beberapa gua, diantaranya Gua Pego, Ngobaran, Seropan, Cerme, dan yang sedang dalam tahap pelaksanaan yaitu Gua Bribin. Metode pengangkatan air pada tiap gua tersebut berbeda dan memiliki keunikan sendiri-sendiri.

a.Pada Gua Cerme yang terletak di Dusun Ploso, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, pengangkatan air gua dilakukan dengan menggunakan energi panas matahari yang diproses dari dari solar cell dan sistem pompa air fotovoltaik merupakan hasil penelitian BPPT. Air dengan debit 5 liter perdetik ditampung dalam 1 reservoir di daerah Panggang yang mampu melayani kebutuhan air untuk Dusun Ploso.

b.Pada Gua Pego yang terletak di Dusun Wonolagi, Desa Giriasih, Kecamatan Purwosari, pengangkatan air gua dilakukan dengan energi listrik suplai PLN. Air ditampung dalam reservoir berupa bak air dengan volume 40m3 di Desa Giriarsih yang mampu melayani kebutuhan air 3 dusun, yaitu Wonolagi, Ngoro-oro dan Trasih.

c.Pada Gua Ngobaran yang terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Paliyan, pengangkatan air gua dilakukan dengan energi listrik PLN. Potensi debit air bawah tanah di Gua Ngobaran mencapai 120 liter perdetik, dan dimanfaatkan 80 liter perdetik, ditampung dalam 2 reservoir masing-masing berkapasitas 500m3. Gua Ngobaran mampu melayani kebutuhan air 56.629 jiwa yang terletak di 14 desa.

d.Pada Gua Seropan, debit pengangkatan yang mencapai 800 liter perdetik diperuntukan bagi pelayanan umum; 240 liter perdetik untuk air minum, 60 liter perdetik untuk irigasi, dan direncanakan 40 liter perdetik untuk daerah Wonogiri. Air ditampung dalam dua buah reservoir berkapasitas 500m3 di Desa Nggombang yang mampu melayani kebutuhan air tujuh desa.

e.Pada Gua Bribin yang terletak di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, pengangkatan air gua dilakukan dengan membendung aliran sungai bawah tanah untuk mendapatkan beda tinggi rancangan untuk menggerakan turbin yang dapat mengangkat air ke atas permukaan. Air dengan debit 80-100 liter perdetik akan dialirkan ke sistem Penyediaan Air Bersih Bribin yang mampu melayani kebutuhan air  6000 kepala keluarga.

Kebutuhan masyarakat Desa Giricahyo akan air begitu mendesak. Dengan debit perkiraan awal yang relatif  besar, Gua Plawan menjadi pilihan yang sangat komprehensif dan menjanjikan untuk pemenuhan air yang handal. Pemanfaatan energi terbarukan yang akan diterapkan pada kegiatan ini menjadi pilihan yang sangat patut dipertimbangkan, mengingat melimpahnya energi angin di daerah pesisir seperti Gunung Kidul.

Penggunaan kincir angin sendiri sebagai generator pompa pengangkatan air gua belum pernah diaplikasikan di Indonesia. Selain itu, penggunaan energi praktis seperti minyak solar maupun listrik yang berlebih disinyalir tidak menguntungkan lagi, seiring terjadinya peningkatan harga bahan bakar minyak dan harga satuan listrik.

        Efek dari pembangunan kincir angin dapat menarik pengunjung, yang jika dikelola oleh organisasi swakelola air dengan baik, memungkinkan tumbuhnya potensi pariwisata baru di Desa Giricahyo, selain Gua Langtse, paralayang, dan jalur panjat tebing Parangndok. Hal ini didukung dengan diusulkannya kawasan tersebut sebagai Bentukan Alam Warisan Dunia (World International Heritages) oleh International Union of Speleology. Teknowisata akan terwujud dalam paket wisata alam yang menyuguhkan aplikasi teknologi dengan monumentalnya kincir angin di daerah pesisir selatan. Implementasi program teknowisata ini salah satunya adalah dengan pembangunan gardu pandang di area berdirinya kincir angin yang terletak di atas bukit dengan pemandangan eksotis perbukitan karst dan Samudera Hindia.

DASAR PELAKSANAAN

1.         Landasan idiil dan konstitusional                        : Pancasila dan UUD 1945
2.         Landasan operasional                                              :Tri Dharma  Perguruan Tinggi

        Kami pelaku KKN dari ketiga tahap Eksploitasi Air Gua Plawan tidak berhenti sampai disini saja. Dalam kegiatan tersebut kami telah berhasil mengaplikasikan Pompa Air Tenaga Surya dan program ini juga telah diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Lalu kami tetap terus berkarya, teman-teman mantan KKN Eksploitasi Air Gua Plawan Dengan Energi Terbarukan tahap I, II, dan III telah terbentuk dalam komunitas bernama Waterplant Community. Komunitas ini akan menjembatani hal-hal serupa, dalam hal ini kami juga telah mempunyai hubungan baik dengan instansi-instansi terkait guna meneruskan visi dan misi kami. Saat ini Waterplant Community berkantor di kampus Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan lantai II laboratorium Bahan Bangunan. Kedepan kami akan mengadalam kerjasama dengan Departemen Pekerjaan Umum dan MoUnya segera akan dibuat. Ini juga permintaan Bapak Djoko Kirmanto Menteri Pekerjaan Umum, agar kegiatan KKN serupa supaya dipertahankan dan menjadi koordinator bagi Universitas lain di Indonesia.

 

 

Salam,
Robby Adiarta
Waterplant Community
Jl. Grafika II JTSL FT UGM Yogyakarta
Lantai II Lab. Bahan Bangunan
0274-681 3553

Website Air Gua Plawan: www.airguaplawan.net
Mailing list KKN Gua Plawan: kkn_guaplawan@yahoogroups.com

Talent Management

December 09, 2007 By: eshape Category: Sipil, Career Center, Hobby, Ngalor Ngidul

Ketika kita akan mengasah pisau, maka ada dua pilihan yang bisa dipilih. Pertama, kita asah bagian tajamnya agar makin tajam atau kita asah bagian tumpulnya sehingga kedua sisinya sama-sama tajam.

Sebelum memutuskan mana yang akan diasah, maka perlu kita lihat beberapa hal yang berkaitan dengan sang pisau. Kita jawab dulu beberapa pertanyaan di bawah ini :

Apakah kita perlu pisau yang lebih tajam?
Apakah kita perlu pisau yang dua sisinya sama tajamnya?
Apakah kita hanya perlu pisau yang salah satu sisinya tajam dan salah satu sisinya lagi tumpul?
Apakah kita perlu pisau itu saat ini juga atau masih bisa ditunda?

Ada pola pikir yang menarik sebelum kita memilih pisau mana yang perlu diasah, yaitu :
“masih lebih baik memperkuat hal-hal yang menjadi kelebihan daripada mencoba memperbaiki yang menjadi kekurangan”

Ketika jabatan di bagian personalia ditinggalkan oleh pejabatnya, maka seorang karyawan yang mempunyai kompetensi dalam bidang keuangan ditempatkan di bagian personalia tersebut. Muncul gap kompetensi, sehingga perlu diadakan pelatihan terhadap karyawan tersebut agar kompetensinya memenuhi jabatan yang akan di”embannya”.

Akan berbeda akibatnya bila pengganti pejabat di bagian personalia tersebut memang adalah karyawan yang mempunyai kompetensi di bidang personalia. Pelatihan yang diberikan untuk karyawan tersebut sifatnya bukan menambal gap kompetensi tetapi adalah memperkuat kompetensi yang sudah dimiliki oleh karyawab tersebut.

Disini akan muncul “the right man on the right place”. Bila suatu pekerjaan sudah diserahkan pada ahlinya, maka terjadilah peningkatan kinerja yang berkesinambungan. Bila seluruh unit kerja/unit usaha terus meningkat kinerjanya, karena telah tercipta iklim “the right man on the right place”, maka kinerja organisasi pasti akan meningkat secara signifikan.

Jadi, bila kita hanya perlu pisau yang tajam satu sisinya dan ingin mempunyai pisau yang tajam dalam waktu yang relatif cepat, maka asahlah pisau di bagian tajamnya.

Nah, kalau sudah begini kita perlu belajar tentang “talent management”.

Banyak “tools” untuk mengetahui bakat seseorang. Bisa MBTI, Gallup atau apapun juga, namun intinya semua “tools” tersebut adalah hanya sebuah “tools”, sehingga peran evaluasi yang efektif,  efisien dan obyektif dari atasan langsung harus benar-benar dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Output yang didapat dari berbagai macam “tools” tersebut harus diuji kembali dalam suatu evaluasi yang obyektif dari atasan langsung, dengan memperhatikan kinerja karyawan , masukan dari rekan kerja karyawan maupun masukan dari bawahan karyawan.

Ketika aku diangkat sebagai seorang leader organisasi kecil-kecilan, aku bekerja sama dengan lembaga konsultan melakukan test psikologi untuk mengetahui bakat mereka yang bekerja dibawah pengelolaanku. Ada yang hasilnya mengejutkan, tetapi kebanyakan hasilnya cocok dengan hasil evaluasi yang kulakukan sebagai tindak lanjut penggunaan konsultan untuk mengetahui bakat mereka tersebut.

Berdasar diskusi “empat mata” yang kulakukan dengan mereka, banyak di antara mereka yang bahkan tidak tahu kalau mereka mempunyai “talent” seperti yang ditulis oleh konsultan. Merekapun akhirnya “manthuk-manthuk”, memahami talent mereka dan sejak saat itu terlihat mereka makin percaya diri dengan kemampuan mereka.

Di sisi lain, mereka yang ‘talent”-nya tidak sesuai dengan lingkup kerjanya, satu demi satu mulai memikirkan untuk berpindah pekerjaan.

Akhirnya, memang mereka berpindah pekerjaan, karena memang itulah yang terbaik untuk kedua belah pihak. Mereka untung dapat keluar dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan bakat mereka, dan organisasi juga untung karena tidak memperkerjakan orang yang tidak produktip.

Sejak saat awal rekruitment, memang sebaiknya organisasi sudah mengetahui bakat pekerja barunya, termasuk road map mereka jika kinerjanya terus meningkat. Setiap posisi jabatan yang ada di organisasi selalu mempunyai beberapa orang yang sudah disiapkan untuk menjadi penggantinya.

Pelatihan yang diadakan sudah mulai melihat arah dari mereka yang akan dilatih, sehingga saat mereka sudah sampai di posisi jabatan yang sudah disiapkan, maka gap kompetensi sudah tidak ada. Yang ada tinggal “mengasah pisau di sisi tajamnya” saja.

 

 

 

KK di Bandara POLONIA MEDAN

December 03, 2007 By: eshape Category: Sipil, Ngalor Ngidul

Investigasi Kecelakaan Kerja

 

Penyelidikan Kecelakaan Kerja adalah rangkaian dari mata rantai agar suatu kecelakaan kerja tidak terjadi lagi. Filosofinya sangat sederhana, lakukan investigasi, cari akar masalah dan buat rencana tindakan perbaikan dan pencegahan, tujuan akhirnya supaya tidak terjadi kecelakaan kerja yang sama. Selesai.

 

Prakteknya, dengan berbagai macam kondisi, hasil dari investigasi sering tidak mencerminkan akar masalah yang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja. Beberapa kendala yang membuat laporan kecelakaan kerja tidak mewakili kondisi yang sebenarnya, antara lain karena hal-hal sebagai berikut :

 

1.     Tidak mau proses pekerjaan terhenti

2.     Menghindari birokrasi

3.     Takut reputasi dan track record jelek

4.     Tidak suka dengan petugas medis

5.     Tidak mengerti pentingnya laporan

6.     Takut dianggap tidak disiplin

7.     dll

 

Padahal laporan Kecelakaan Kerja harus dibuat sebagai salah satu acuan dalam melakukan penyelidikan kecelakaan kerja, juga karena alasan-alasan lain, misalnya sebagai berikut :

 

1.     Alasan kemanusiaan (HAM)

2.     Sesuai kebijakan perusahaan

3.     Memperbaiki prosedur operasi

4.     Menghindari kerugian yang lebih besar

5.     Mengetahui dan menetapkan prosedur operasi yang salah

6.     Mengetahui kesalahan manajemen

7.     Mengetahui ketidakcukupan design

8.     Meningkatkan kehandalan dan mengetahui prosedur perawatan yang tidak memadai

9.     Mencegah terulang lagi

 

Untuk itu perlu dibuat tim penelidik dengan anggota tim sebagai berikut :

 

1.     Supervisor/Pengawas/pelaksana (memahami lokasi dan jenis pekerjaan, karakteristik dan kondisi sumber daya yang digunakan, sumber informasi yang akurat, bentuk tanggung jawabnya, langsung terlibat dalam penanganan tindak lanjut, dll)

2.     Manajer (bila nilai kerugian besar, merembet sampai diluar tanggung jawab pelaksana, atau membutuhkan biaya yang signifikan)

3.     Ahli K3 (atau personil yang pernah mengikuti pelatihan penyelidikan KK)

 

 

Tim ini segera bergerak melakukan pengumpulan data, baik data dari hasil laporan maupun hasil dari tindakan tim. Data yang diperlukan tim, antara lain adalah :

 

1.     Laporan tentang peristiwa kecelakaan yang terjadi

2.     Wawancara dengan saksi/teman sekerja yang melihat kejadian tersebut

3.     Pemeriksaan tempat kejadian

4.     Mempelajari semua hal yang berkaitan dengan peristiwa kecelakaan

5.     Menyusun formula untuk interpretasi

6.     Menentukan faktor penyebab utama/akar permasalahan

7.     Melakukan rekonstruksi ulang bila diperlukan.

 

Berdasar data yang sduah dikumpulkan, maka tim akan bergerak untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

 

1.     Membuat analisis data semua kejadian yang mendahului terjadinya kecelakaan (anteseden), misalnya kabel listrik tanpa pengaman, lubang tanpa tutup, scaffolding tanpa bracing, karyawan yang baru masuk, dsb.

2.     Menentukan penyebab dasar

3.     Mencari tahu peran manajemen terhadap terjadinya KK

4.     Berdasar hal-hal di atas, merekomendasikan tindakan koreksi dan pencegahan, agar tidak terjadi lagi masalah yang sama

 

Bila urut-urutan tersebut dilaksanakan dengan baik danbenar, biasanya akan ditemukan rekomendasi yang memang sesuai dengan yang harus dilakukan, sehingga tidak terjadi lagi kecelakaan kerja dengan sebab yang sama di kemudian hari.

 

Beberapa hal yang menyebabkan hasil penyelidikan tidak sesuai dengan yang diharapkan, antara lain adalah karena hal-hal sebagai berikut :

 

1.     Terburu-buru

2.     Ingin jawaban saat ini juga

3.     Mencari tertuduh

4.     Langsung menghukum pelaku, tanpa melakukan penyelidikan

5.     Berdasar asumsi bukan fakta

6.     Merasa benar (karena merasa “boss”)

7.     Berhenti saat menemukan “penyebab langsung”,

 

Meskipun demikian, kadang-kadang rekomendasi yang benar masih bisa dibelokkan juga, bila ternyata hasil rekomendasi berbahaya bagi kelompok atau golongan tertentu. Kalau sudah sampai disini, maka ilmu penyelidkan Kecelakaan Kerja jadi tidak manjur lagi. Ilmu politik yang lebih dominan.

 

Kebiasaan menyepelekan pembuatan laporan kecelakaan kerja atau mempolitisi hasil penyelidikan KK, antara lain disebabkan juga pemahaman yang sepenggal terhadap kecelakaan kerja. Mereka hanya melihat biaya kecelakaan kerja dari biaya langsung saja, tapi lupa bahwa di bawah gunung es itu ada biaya-biaya yang berlipat kali dibanding biaya langsung, antara lain adalah :

 

1.     Damaged equipment & goods

2.     Lost production and quality

3.     Process Interruptions/Yield Losses

4.     Replacement Labor / Overtime

5.     Litigation !!!

6.     Damage to Customer Relations & Public Image

 

Pada tim yang bertugas untuk melakukan investigasi di Bandara Polonia diucapkan Selamat Bertugas, semoga hasilnya sesuai dengan harapan kita.

Amin.

 

Lowongan Instruktur Lab. Jaringan Komputer di Diploma TE UGM (max. 5 Des 07)

November 29, 2007 By: Tatok Category: Lowongan Gawean

barangkali ada yang membutuhkan :)

====================================

Program Diploma Teknik Elektro FT UGM, membutuhkan karyawan untuk
ditempatkan sebagai INSTRUKTUR pada laboratorium dengan kualifikasi sbb :

1. Lulusan S1 *) Jurusan Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Komputer
dan atau Ilmu Komputer dengan IPK minimal 2.75 dengan masa studi maksimal
6.5 tahun

2. Diutamakan yang memiliki salah satu sertifikasi keahlian dibidang Teknik
Jaringan atau komputer dan jaringan

3. Umur maksimal 25 tahun

*) Institusi asal S1 adalah perguruan tinggi dalam negri dengan akreditasi
minimal B atau perguruan tinggi luar negri yang terakreditasi DIKNAS

Surat lamaran ditujukan kepada:
Dekan Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada

Dilengkapi dengan:
1. Fotocopy Ijasah beserta sertifikat pendukung lainnya
2. Fotocopy Transkrip nilai (untuk yang dari ekstensi sertakan transkrip D3
dan S1nya)
3. CV/Daftar riwayat hidup
4. Pas Foto terbaru ukuran 4X6 sebanyak 2 lembar
5. Fotocopy Identitas diri (SIM C/A, KTP)

berkas lamaran diserahkan ke:
Tata Usaha Program Diploma Teknik Elektro FT-UGM
Jl. Yacaranda Sekip Unit IV Kompleks UGM

selambat-lambatnya tanggal 05 DESEMBER 2007 pada jam kerja
hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi yang akan dipanggil mengikuti test

Syawalan KATGAMA

November 08, 2007 By: eshape Category: Woro-Woro

Saya dapet sms sbb :

PP Katgama mohon kehadiran pada Syawalan di Function RM, the Belleza Permata Hijau, Jl Arteri Permata Hijau 34 Jakarta Selatan, Sabtu 10 Oktober 2007

MZA (Muslich Zainal Asyukin) - 085691653145

Tks sudah mau mbaca.

Salam,

eshape

Human Capital Management

November 04, 2007 By: eshape Category: Sipil, Career Center, Ngalor Ngidul

Tugasi dan Jagain

Era manusia sebagai sumber daya perlahan mulai tergeser dengan paradigma baru, yaitu manusia sebagai modal. Manusia bukan lagi menjadi obyek, seperti sumber daya air, minyak atau apapun.
Manusia adalah subyek yang harus dikelola seperli layaknya mengelola modal. Pelatihan terhadap peningkatan kompetensi manusia sudah dilakukan tidak mengutamakan analisa gap, tapi sudah berdasar analisa talenta.
Pada era Human Resources Management, maka manusia dilihat kompetensinya dan dibandingkan dengan kompetensi yang dipersyaratkan untuk menduduki jabatan/posisinya saat ini. Bila kompetensi yang didapat berdasar hasil pengukuran melebihi atau sama dengan kompetensi yang dipersyaratkan, maka pelatihan yang diberikan lebih bersifat sebagai pengembangan diri atau pengkayaan (enrichment).
Namun bila hasil pengukuran menunjukkan lebih rendah dari kompetensi yang dipersyaratkan, maka untuk menghilangkan kelemahan ini (weakness) diberikanlah pelatihan yang sesuai. Jadi pada kasus ini, ekstrimnya seseorang “dipaksa” untuk bekerja ditempat yang tidak sesuai dengan kompetensinya dan diberi pelatihan agar kompetensinya sesuai dengan yang dipersyaratkan.
Pada Human Capital Management, maka manusia perlu dicari dulu talentanya dan kemudian pelatihan yang diberikan mengacu pada talenta yang dipunyai oleh manusia tersebut.
Jadi pada kasus ini, manusia dikembangkan berdasar talentanya, sehingga talenta yang dimilikinya termanfaatkan secara optimal.
Berdasar talenta yang dimilikinya, maka ditempatkanlah manusia di jabatan/posisi kerja yang sesuai. Disini dikenal dengan istilah the right man on the right place. Bila terjadi hal seperti ini, maka secara otomatis perusahaan/organisasi akan meningkat kapabilitasnya.
Setiap tindakan yang dilakukan terhadap manusia, harus dicari benang merahnya ke hasil apa yang akan ditingkatkan dengan tindakan tersebut. Sebagus apapun tindakan kita terhadap manusia, bila tidak mempengaruhi hasil/kinerja perusahaan/organisasi, maka itu adalah tindakan pemborosan yang sia-sia.
Duit satu rupiah yang dibelanjakan tidak pada tempatnya adalah pemborosan, sedangkan duit satu milyard, jika dibelanjakan sesuai dengan porsinya, maka tidak akan disebut sebagai pemborosan.

Pada era Human Resources Management, yang dikejar-kejar adalah bagaimana seseorang mempunyai kompetensi sesuai dengan jabatan/posisi kerjanya. Sementara itu para CEO sudah mulai berpikir bagaimana caranya bersaing dalam bisnis yang semakin ketat. Metode kerja sudah “menthok”, model pemasaran sudah optimal, kompetensi setiap orang sudah sesuai dan kinerja perusahaan masih belum memberikan pertumbuhan yang menggembirakan.

Konsep Human Capital Management (HCM) menjawab pemikiran itu dengan menempatkan insan pekerja yang bertalenta tinggi untuk menempati jabatan/posisi yang cocok dengan talenta mereka. Pertanyaan yang muncul memang kemudian adalah bagaimana jika dalam suatu organisasi ditemukan sebagian besar talenta insan pekerja ternyata tidak sesuai dengan posisi mereka. Apakah perlu PHK besar-besaran, atau adakah jurus ampuh untuk menangani hal tersebut?

Nampaknya para ahli akan kesulitan menjawab pertanyaan itu, apalagi kalau organisasi itu adalah organisasi pemerintah atau BUMN. PHK untuk pegawai negeri sipil ataupun pegawai BUMN tentu butuh perjalanan yang berliku. Itu sebabnya Sofyan Djalil, Meneg BUMN, ketika bicara tentang HCM di forum ekselen BUMN Nopember 2007, sangat gembira ketika mengetahui insan pekerja barunya ternyata bertalenta sangat tinggi. Dia tidak pernah cerita tentang pekerja lamanya, karena nampaknya lebih bermanfaat kalau meningkatkan talenta insan pekerja barunya daripada pusing menempatkan insan pekerja lamanya.

Manusia dalam suatu organisasi sudah bukan dimonopoli oleh bagian personalia saja. Pengelolaan mereka sudah menjadi tanggung jawab semua unsure organisasi. Semua bagian mempunyai peran dalam membina insan pekerjanya. Urusannya bukan hanya masalah administrasi saja, tetapi sudah lebih luas lagi.

Pimpinan yang baik adalah seseorang yang mampu menunjukkan komitmennya, mampu menjadi “role” model yang baik, mampu member motivasi anak buahnya, memberdayakan anak buahnya dan memberikan hadiah/hukuman sesuai prestasi kerja anak buahnya. Artinya disinilah peran pimpinan, dimanapun dia berada, untuk mengelola manusia yang ada dalam pimpinannya untuk melakukan sinergi, menyelesaikan job load yang ada agar kinerja organisasi meningkat.

Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence versi 2007, juga sudah mulai mengadopsi HCM ini. Kategori 5 yang tadinya membahas manusia sebagai sumber daya, sudah membahas manusia sebagai workforce, sehingga siapapun dia, asal terlibat dalam penyelesaian suatu misi, maka harus dikelola dengan baik, artinya tidak hanya pekerja kita yang diperhatikan, tapi bisa melebar ke konsultan, tamu, komunitas. LSM, dll.

Kepuasan pegawai saja dianggap tidak cukup, harus ada proses lain yang membuat manusia/pekerja merasa terikat oleh organisasi. Harus ada proses yang menciptakan iklim keterikatan tersebut. Inilah inti dari workforce engagement. Semua pekerja merasa terikat secara emosional maupun intelektual dengan perusahaan. Mereka tidak lagi perlu disuruh untuk bekerja, karena mereka merasa bekerja adalah bagian dari kebutuhan hidup, dan kalau bekerja sudah menjadi kebutuhan, maka bila memang pekerja itu adalah termasuk “the right man on the right place”, maka kinerja organisasi dipastikan akan meningkat.

Pelatihan yang diadakan oleh ESQ Way 165 yang menghebohkan, karena mahalnya dan larisnya, juga menggarap manusia sebagai modal paling berharga dari organisasi. Mereka cuci otak peserta pelatihan dan memberikan isi otak baru berupa suara hati yang harus diikuti. Tentu saja dengan mengikuti suara hati, dan selalu merasa ada malaikat yang mencatat semua perbuatan baik mereka, maka merekapun akan bekerja dengan sepenuh hati. Hasilnya kembali pada kinerja organisasi yang meningkat.

Saat ini HCM sudah menjadi paradigma baru yang populer, dan bagi yang tidak mau mengikuti paradigma ini, tentu akan ketinggalan “sepur”, dibanding mereka yang sudah menerapkan HCM dalam pengelolaan insan pekerja mereka.

Gambar diambil dari http://www.cepari.nl/resources/images/koortdanser.jpg

Selamat Idul Fitri

October 18, 2007 By: dwibaru Category: Ngalor Ngidul

Segenap penimbrung website Katgama.net mengucapkan

Selamat Idul Fitri 1428H

Mohon Maaf Lahir Batin

(dari) Diskusi di Milis Kampoeng UGM

September 25, 2007 By: eshape Category: Ngalor Ngidul

Artikel - Orang Terkaya
Posted by: “Danar Listiawan” danar.listiawan@gmail.com   mr_danar
Sun Sep 23, 2007 7:44 pm (PST)
ORANG TERKAYA

Oleh : Andreas harefa

Belum lama ini saya menemukan sebuah fakta menarik di sekolah kehidupan Indonesia. Faktanya mengatakan bahwa orang-orang yang paling kaya di negeri ini ternyata bukanlah mereka yang suka berbicara tentang cara-cara cepat menjadi kaya. Dan mereka yang sering beriklan di media massa menawarkan gagasan-gagasan brilian untuk menjadi kaya, ternyata tidak satu pun yang termasuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia.

Fakta ini diumumkan oleh Executive Chairman of *Globe Asia* Rizal Ramli, dan sebagian dilaporkan oleh Harian *Kompas*, 31 Juli 2007, halaman 17. Isinya tentang 150 orang terkaya di Indonesia, dan kekayaan pejabat publik, pengusaha yang jadi pejabat publik, di luar daftar 150 orang terkaya.

Dalam daftar pengusaha yang jadi pejabat publik, dua nama teratas adalah Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo, dengan kekayaan 16,6 juta dollar AS, disusul Fahmi Idris, Menteri Perindustrian saat ini. Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki kekayaan 516.000 dollar AS atau Rp 4,6 miliar per tahun 2004.

Salinan daftar yang dimuat *Kompas* adalah sebagai berikut:

*Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia *
*Posisi † Nama † Umur † Perusahaan † Kekayaan
1.Budi Hartono, 66 tahun, Djarum, Rp 37,8 triliun
2. Rachman Halim, 60 tahun, Gudang Garam, Rp 31,5 triliun
3. Eka Tjipta Widjaja, 84 tahun, Sinar Mas, Rp 27,9 triliun
4. Sudono Salim, 92 tahun, Salim Group, Rp 25,2 triliun
5. Putera Sampoerna, 59 tahun, Sampoerna, Rp 19,8 triliun
6. Sukanto Tanoto, 57 tahun, Raja Garuda Group, Rp 11,7 triliun
7. Eddy William Katuari, 56 tahun, Wings Group, Rp 9,90 triliun
8. Aburizal Bakrie, 60 tahun, Bakrie Group, Rp 9,45 triliun
9. Arifin Panigoro, 62 tahun, Medco Energy, Rp 8,10 triliun
10. Hary Tanoesoedibjo, 42 tahun, Global MediaCom, Rp 7,70 triliun

*Nama-nama lain yang disebutkan dalam Daftar 150*

Sultan Hamengku Buwono, Rp 1,20 triliun
M. Jusuf Kalla, Rp 1,10 triliun
Chaerul Tanjung, 45 tahun, Para Group
Rachmat Gobel, 45 tahun, Gobel International
Sandiaga Uno, 38 tahun, Saratoga Capital
Benjamin Jiaravanon, 36 tahun, CP Indonesia

Memikirkan nama-nama orang terkaya yang muncul dalam daftar di atas, dikaitkan dengan maraknya seminar-seminar tentang ilmu menjadi kaya di Indonesia satu dekade terakhir, saya mencoba menarik sejumlah pelajaran untuk diri sendiri.

*Pertama*, jalur menuju daftar orang terkaya agaknya memang dunia usaha, dunia bisnis, dunia perdagangan dalam arti luas. Para pejabat publik yang kaya raya pun kita temukan adalah mereka yang datang dari dunia usaha, bukan pegawai negeri yang merintis karier dari bawah, bukan pula kaum profesional dengan keahlian spesifik di bidang tertentu di luar dunia usaha. Dengan demikian, jika menjadi kaya adalah tujuan yang dianggap paling bermakna dalam hidup, maka pilihan untuk berkiprah dalam dunia usaha adalah pilihan yang masuk akal.

Orang-orang yang mengajarkan tentang ilmu menjadi kaya, ternyata tidak datang dari kelompok yang paling kaya. Mereka datang dari kelompok yang sedang berusaha menjadi lebih kaya, dari kelas menengah yang memiliki ambisi luar biasa. Mungkin ini juga bisa diartikan bahwa orang tidak bisa menjadi sungguh-sungguh kaya dengan mengandalkan keterampilan berbicara saja.

“Bisnis bicara” tidak membuat orang menjadi yang terkaya di negaranya. Bahkan “bisnis bicara” oleh sebagian kalangan tidak dianggap bisnis dalam arti sesungguhnya. Hanya jika “bisnis bicara” dilengkapi dan dilanjutkan dengan kegiatan usaha dalam skala industri atau konglomerasi tertentu (tembakau, *consumer goods*, properti, pertanian, pertambangan, media, dsb), maka posisi terkaya dimungkinkan untuk diraih.

*Ketiga*, kelompok masyarakat yang masuk dalam daftar orang terkaya tidak suka berbicara tentang cara-cara cepat menjadi kaya. Sebagian malah kita dapatkan sebagai orang-orang yang tidak fasih berbicara, atau setidaknya suka menghindari kesempatan untuk berbicara di muka umum. Dalam arti tertentu mereka mungkin memang menganggap kemampuan berbicara tidak relevan dengan ambisi mereka untuk berhasil dalam usaha yang ditekuninya. Bahkan ada yang menduga orang-orang kaya tak banyak berbicara untuk publisitas karena publisitas sering membuat mereka mendapatkan masalah. Karena itu, mereka lebih suka membayar pihak tertentu, kaum profesional, untuk berbicara untuk dan atas nama mereka.

*Keempat*, soal pencitraan dalam masyarakat. Sungguh menarik bahwa mereka yang masuk dalam daftar orang terkaya itu bukanlah orang-orang yang dicitrakan kaya raya oleh media massa. Sebagian malah berusaha untuk tidak dikenal sebagai orang kaya raya, dengan alasannya masing-masing. Sementara orang-orang tertentu yang rajin berbicara soal ilmu menjadi kaya, justru terkesan berupaya keras mencitrakan diri mereka sebagai orang yang sungguh-sungguh kaya dalam pandangan masyarakat. Yang terakhir ini memanfaatkan publisitas media massa untuk membangun citra tersebut. Dan dengan citra semacam itulah mereka menarik keuntungan untuk memperkaya dirinya.

Empat pelajaran di atas membuat saya teringat pada pemikiran Stephen Covey mengenai *character ethics* dan *personality ethics*. Menurut Covey, sejak Amerika menyatakan kemerdekaannya di tahun 1776, ajaran-ajaran yang berkembang dalam masyarakat utamanya bertumpu pada pentingnya pengembangan karakter (kerja keras, antusias, tulus, rendah hati, tekun, dsb) untuk meraih sukses. Hal ini berjalan sampai 150 tahun. Lalu, di pertengahan tahun 1920-an, dan hampir bersamaan dengan terjadinya masa depresi besar, berkembanglah ajaran-ajaran yang mengutamakan teknik-teknik *human relations* dan *public relations*, serta *positive mental attitude*. Pada masa itulah soal-soal pencitraan, yakni *personality ethics*, menjadi lebih didahulukan ketimbang karakter yang sesungguhnya. Ajaran-ajaran mengenai ilmu menjadi kaya dalam waktu cepat tumbuh menjamur, menjadi semacam “hiburan” atau
¡§candu¡¨ bagi masyarakat yang didera penderitaan karena kemiskinan di mana-mana.

Saya jadi bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah Indonesia sedang berada pada era seperti Amerika tahun 1920-an itu?

4b. Re: [katgama] Artikel - Orang Terkaya
Posted by: “Alfred Alinazar” aalinazar@gmail.com   bank_al
Sun Sep 23, 2007 8:07 pm (PST)

Kalau aku nggak salah dengar, seminar-seminar tentang bagaimana menjadi kaya bahkan robek kaoskaki ini juga cuma populer di negara-negara asia saja. Dan tidak begitu populer di negaranya. Apakah betul demikian ?

Memang sih kalau dipikir2 orang2 Indonesia memang sangat ingin menjadi kaya karena mungkin sebagian besar dari mereka selama hidupnya melarat. Bener atau ndak, aku juga ndak tahu.

Btw, amerika sekarang seperti apa ? apakah masih lanjutan dari tahun 1920 ? atau sudah kembali lagi ke pengembangan karakter seperti tahun 1776?

salam,

-bank al-

4c. Re: Artikel - Orang Terkaya
Posted by: “Sribudi Astuti” toeti_yk@yahoo.com   toeti_yk
Mon Sep 24, 2007 1:16 am (PST)

sepanjang yang aku liat, yang suka berteriak tentang cara-cara atau kiat menjadi kaya itu orang yang bergelut di MLM, orang yang punya mimpi besar tanpa harus kerja berat. dan mereka umumnya berpakaian lebih necis dari orang-orang yang benar-benar kaya, buat nutupi aslinya kalee yach
Messages in this topic (6)
4d. Re: [katgama] Artikel - Orang Terkaya
Posted by: “Danar Listiawan” danar.listiawan@gmail.com   mr_danar
Mon Sep 24, 2007 2:34 am (PST)

> Kalau aku nggak salah dengar, seminar-seminar tentang bagaimana menjadi kaya bahkan robek kaoskaki ini juga cuma populer di negara-negara asia saja. Dan tidak begitu populer di negaranya. Apakah betul demikian ?

# yg sy denger pun demikian, robek kaoskaki populer hanya di asia (apa karena dia keturunan asia?) sedang di negaranya sendiri kurang begitu populer. Kalah jauh populer dr oprah, dan tdk pernah masuk dlm rangking 100 orang terkaya di amerika.
Artinya secara finansial sebenarnya dia adalah ‘biasa-biasa’ saja.

Begitu juga dg TDW (tung desem w) di indonesia, kendatipun dia mengklaim telah mencapai kebebasan financial tp kenyataannya namanya tdk pernah muncul sekalipun dalam urutan 300 org terkaya di indonesia

Brgds,
Danar

Messages in this topic (6)
4e. Re: [katgama] Artikel - Orang Terkaya
Posted by: “fathur” mfathur@gmail.com   faturibatam
Mon Sep 24, 2007 2:51 am (PST)

[AL]
Kalau aku nggak salah dengar, seminar-seminar tentang bagaimana menjadi kaya bahkan robek kaoskaki ini juga cuma populer di negara-negara asia saja. Dan tidak begitu populer di negaranya. Apakah betul demikian ?

[FT]
Kalau yang kubaca dari 9 bukunya pak robek kaoskaki, intinya sih bagaimana menciptakan cashflow yang positif. Mau karyawan kek, buka toko kek, buka perusahaan kek, ikut MLM kek, deposito, main saham, valas kek, gak peduli ini hanya sebuah cara. Ini juga sama dengan yang ditulis safir senduk dimana-mana. Pada akhirnya sih kupikir kembali pada diri sendiri, pengendalian diri. Puasa. Pd kenyataanya, pengamatan sepihak sih, orang yang gajinya gede sama juga nasibnya dengan karyawan yang gajinya sedikit diatas UMR. Setiap gajian sibuk bayar utang. Di akhir bulan sibuk cari utangan. Makanya pak robek kaoskaki menyarankan untuk bayar diri sendiri dulu setelah gajian, misalnya tabung dan lupakan, baru kemudian bayar utang dst.

Implementor buku pak robek sebetulnya banyak kok gak di asia tok, australi, amerika, mungkin juga eropa, bisa dilihat di http://forum.richdad.com atau yg jkt http://forum.richdad.com/forums/tm.asp?m=449710&mpage=1&p=1&tmode=9&smode=1&key=

Tentunya hukum-hukum alamiah tetep berlaku, yang berhasil lebih sedikit dari yang gagal. Tapi paling tidak orang tahu bahwa ada cara lain untuk menjadi kaya, selain yang telah diketahuinya.

rgds
fatur
http://plesmines.wordpress.com

Messages in this topic (6)
4f. Re: Artikel - Orang Terkaya
Posted by: “fathur” mfathur@gmail.com   faturibatam
Mon Sep 24, 2007 3:20 am (PST)

Saya beberapa kali menemukan pegiat MLM yang benar-benar sukses. Kebanyakan mereka sangat humble. Bahkan terkesan apa adanya.

Hebatnya lagi mereka kadang memiliki latar belakang seperti kita-kita, enggak kaya. Mengapa saya katakan hebat, kalau saya ketiban rejeki seperti dia, barangkali saya sudah lupa darimana asal saya.

MLM toh hanya sebuah cara memasarkan barang. Yang prinsipnya untuk saling membantu. Idenya kan sederhana saja:”yuk kita kumpulkan uang rame-rame. kita beliin di pabrik. harganya bisa selisih 30%”. Kenapa mesti rame-rame? Gak mungkin kan beli barang ke pabrik eceran. Apalagi kebutuhan sehari-hari. Jadi beda antara “butuh” dan “nafsu”.

Dulu waktu sistem waralaba baru dimulai, gak sedikit yang mencemooh bahkan mungkin mengeluarkan fatwa haram. Sekarang? Sedikit-sedikit diwaralabakan.

rgds
fatur
http://plesmines.wordpress.com

Sun Tzu

September 24, 2007 By: eshape Category: Ngalor Ngidul

Pandang Kemampuan Anda dengan Kejujuran

“Peperangan dimenangkan mereka yang mengenal musuhnya dan mengenali kekuatan sendiri” – Sun Zu

Sungguh menggelikan ketika salah seorang teman kami yang terlihat tak serius dan bercanda setiap hari mendapatkan nilai fisika yang baik. Sepertinya tak ada yang salah dalam belajar saya. Untuk memastikan, saya ikut tidur di rumahnya, melihat bagaimana teman saya ini belajar. Apabila dia belajar 4 jam saya pun demikian. Pendek kata saya belajar sama seperti dia belajar. Sampai suatu ketika saya berkata “kalau semuanya sama, mengapa dia lebih mudah ketika belajar fisika?”.

Setiap diri kita selalu diciptakan dengan kekhususan-kekhususan. Hal ini yang kita sebut bakat atau talenta. Kekhususan ini muncul karena berbagai hal.

Ada kekhususan yang dikaruniakan dan berasal dari genetic, kebiasaan-kebiasaan yang berulang, contoh-contoh yang kita dapatkan dari orang tua dan latihan-latihan yang terstruktur.

Sayangnya dunia tidak selalu mengukur kita pada kekhususan yang kita kuasai. Saya ingin mencontohkan diri saya sendiri, meskipun saya sangat menonjol di bidang seni namun suatu ketika kita harus menghadapi tes fisika yang merupakan bidang yang tidak saya kuasai. Lantas apakah yang harus kita lakukan bila kita harus menghadapi sesuatu yang bukan kekhususan kita?

Kalau sebuah pelajaran fisika adalah sebuah bak yang penuh terisi air, maka teman saya memindahkan air tersebut dengan sebuah gayung dan saya menggunakan sebuah sendok. Kesalahan yang saya lakukan adalah menganggap dia dan saya adalah sama persis, sehingga kalau dia belajar 1 jam maka saya akan belajar 1 jam dan kalau dia berlatih 3 jam maka saya akan melakukan yang sama, demikian seterusnya. Selama 1 jam teman saya berhasil memahami 10 hal dan saya hanya memahami 5 hal. Seharusnya kalau dia 2 kali lebih berbakat dari saya dalam hal fisika, seharusnya saya belajar 2 kali lebih keras dari dia.

Kita hanya perlu jujur akan kemampuan kita pada sebuah hal. Seorang kakak senior kami mengatakan dengan penuh makna “sering kita belajar dan mempersiapkan diri hanya untuk menentramkan hati kita. Seolah kita mengatakan bahwa setidaknya saya pernah berusaha”. Hal-hal seperti ini adalah yang kita sebut sebagai ketidakjujuran. Usaha, persiapan dan belajar kita hanya berfokus pada syarat bahwa kita harus ada usaha dan tidak pernah benar-benar berfokus pada memenuhi syarat keberhasilan.

Bila dunia selalu menyodorkan hal-hal dan tantangan baru, bahkan boleh jadi bukan keahlian kita lagi, maka adalah menipu diri bila kita mengahadapi dengan cara-cara dan usaha-usaha yang sama.

Bila kita jujur pada potensi diri maka, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin kita raih meski hal tersebut bukan kekhususan kita, selama kita memikirkan cara-cara yang lebih baik dan bekerja lebih keras.

kiriman dari F. Afandi Rachman
Summit Auto Group – Learning Centre
di milis katgama